BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Terdata ada 735 koperasi yang aktif di Bangka Belitung dengan total anggota 34.158 orang.
Baru satu koperasi yang ditetapkan sebagai koperasi modern yaitu Koperasi Plasma Kacang Butor.
"Memasuki tahun kedua ini, ada satu koperasi yang sudah diusulkan dan ditetapkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM untuk jadi koperasi modern.Saat ini belum ada lagi koperasi yang diusulkan jadi koperasi modern, setelah menjadi koperasi modern nanti akan mendapatkan pendampingan khusus dari pusat dan pemda," ujar Kepala Bidang Koperasi, Dinas Koperasi dan UKM Bangka Belitung, Sopiar, Jumat (10/3/202).
Dia membeberkan keuntungan suatu koperasi bisa berkembang menjadi koperasi modern, selain menyejahterakan anggota maka akan memudahkan dalam hal lainnya.
"Misalnya saja Koperasi Plasma Kacang Butor, keuntungan menjadi koperasi modern bisa memudahkan ekspor lada, koperasi yang mengelola dan sebagainya.Keuntungan jadi anggota koperasi sesuai dengan tujuan yakni untuk menyejahterakan anggota, kalau memang koperasi tumbuh dan berkembang serta maju, anggota berkontribusi maka akan ada hasil usaha yang bisa dibagikan ke anggota kalau bergerak di sektor rill," jelasnya.
Sopiar mengatakan ada tiga pilar menuju koperasi modern meliputi pilar kelembagaan, pilar usaha dan pilar keuangan.
"Koperasi ini ilmu berkembang, tidak bisa monoton, kita harus menjadi koperasi yang modern, pemahaman dan pengetahuan perlu ditambah.Mau engga mau kita harus menuju koperasi modern, kalau kita bicara koperasi modern itu ada tujuh yaitu terhubung dengan offtaker, adopsi teknologi atau inovasi misalnya rapat anggota bisa daring, akses terhadap sumber pembiayaan, skala industri, sinergi antar pihak, profesionalisme tata kelola dan berbasis anggota yang nilai tambah tinggi," lanjutnya.
Tingkatkan Ilmu Tentang Koperasi
Kepala Bidang Koperasi, Dinas Koperasi dan UKM Bangka Belitung, Sopiar mengungkapkan tantangan agar koperasi terus berkembang.
"Tantangan koperasi di Bangka Belitung, perlu peningkatan sumberdaya manusia bagi pengurus dan pengawas aparaturnya, ini menjadi perhatian karena banyaknya koperasi yang tak aktif," katanya.
Penting meningkatkan keilmuan pengurus dan pengawas koperasi, agar koperasi terus tumbuh.
"Banyaknya koperasi tidak aktif ini salah satunya karena SDM, skala usaha masih kecil terkendala SDM dan pengembangan usaha terkait pemahaman koperasi, tata kelola koperasi yang baik itu harus di upgrade atau diperbarui ilmu dari apartur dinasnya, tenaga pendamping dan pengurus pengawas yang ada di koperasi," lanjutnya.
Untuk mendorong perkembangan koperasi, Dinas Koperasi dan UKM Bangka Belitung sudah menjalin koordinasi untuk melakukan pelatihan dalam hal meningkatkan keilmuan tentang koperasi.
"Kita fokus untuk melatih dan memperbarui keilmuan koperasi bagi SDM koperasi, dari sistem pengembangan usaha dan menjalin kemitraan, bagaimana mengakses pembiayaan bank dan non bank.
Dinas ini sudah melakukan koordinasi dan konsultasi dengan lembaga sertifikasi profesi dibawah dewan koperasi Indonesia, bekerjasama dengan lembaga pendidikan pengkoperasian," katanya.
Selain itu, upaya lainnya, Dinas Koperasi dan UKM aktif melakukan penilaian terhadap koperasi agar berjalan sesuai dengan aturan yang ada
"Koperasi yang sudah dilakukan penilaian kesehatannya dan yang mengantongi sertifikat sehat atau cukup sehat, kita kasih penghargaan dalam bentuk sertifikasi profesi, misalnya koperasi simpan pinjam butuh manager, maka dia perlu sertifikasi, maka ada pelatihan, pretest bila layak maka lulus jadi manager koperasi," katanya.
Pihaknya juga melakukan pengawasan untuk melihat tata kelola koperasi agar tidak ada praktek yang tak diinginkan.
"Tetapi gambarannya, dinyatakan sehat ini kalau melaksanakan rapat anggota tahunan ini ada 217 koperasi artinya sehat dan cukup sehat. Kalau koperasi punya sertifikat NIK ini ada 363, artinya sehat dan cukup sehat," katanya.
Sopiar menghimbau agar masyarakat yang hendak bergabung di koperasi untuk teliti dan cermat dalam memilih koperasi.
"Masyarakat diimbau untuk mencari koperasi dengan mengenal dulu koperasinya, perizinan, kantor dan pengurusnya, kalau masih bingung bisa datangi dinas koperasi dan UKM di kabupaten kota untuk konsultasi," katanya.
Berikut rician jumlah koperasi yang masih aktif berdasarkan jenisnya meliputi:
-Koperasi simpan pinjam ada 56 koperasi.
-Koperasi konsumen ada 305 koperasi.
-Koperasi produsen ada 285 koperasi
-Koperasi pemasaran ada 12 koperasi
-Koperasi jasa ada 81 koperasi.
Sumber: https://bangka.tribunnews.com/2023/03/10/baru-satu-koperasi-modern-di-babel-dinas-kopukm-ungkap-tantangan-perkembangan-koperasi


















