Dalam upaya pengembangan koperasi pangan menjadi modern, Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) melalui Deputi Bidang Perkoperasian mengadakan Focus Group Discussion (FGD) secara online dan offline (hybrid) di Grand Keisha Hotel Yogyakarta, Kamis (21/7/22). Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menuju acara Road to G20 yang akan dilaksanakan di Bandung nantinya.
Melalui kegiatan FGD ini diharapkan bahwa koperasi, khususnya di bidang pangan dapat memahami betapa pentingnya masuk ke dalam ekosistem digital. Proses digitalisasi ini nantinya bisa memperluas kesempatan yang akan didapatkan oleh koperasi dalam bidang usahanya.
Hadir dalam kegiatan ini, Deputi Bidang Perkoperasian Ahmad Zabadi secara online. Didampingi oleh Asisten Deputi Pengembangan dan Pembaruan Perkoperasian Bagus Rachman secara offline dan 3 narasumber lainnya, Ahmad Chandra Purnomo, Srie Nurkyatsiwi dan Hery Iskandar.
Ahmad Chandra Purnomo, Chief Digital Transformation PT. Nectico Nusantara Teknologi, menyampaikan bahwa Indonesia mempunyai potensi pasar digital yg sangat besar. “Banyak produk digital yang unik dan menarik di sektor pangan, maka dari itu peminatnya pasti besar”, jelasnya.
Tak lupa, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Daerah Istimewa Yogyakarta Srie Nurkyatsiwi, mengatakan bahwa di Yogyakarta kini sudah ada sistem integrasi digital bernama SiBAKUL guna mempermudah Koperasi dan UKM dalam mengembangkan usahanya. “Melalui aplikasi ini maka para pelaku di sektor Koperasi dan UKM bisa membangun serta menjalankan bisnis usahanya dengan lancar”, tambahnya.
Acara FGD ini dihadiri oleh 23 koperasi pangan secara offline dan 51 koperasi pangan secara online.


















