TRIBUNJATENG.COM,TEGAL - Di era 1940-an, Tegal pernah dijuluki sebagai Jepangnya Indonesia. Bukan tanpa sebab, julukan itu melekat seiring berkembangnya industri logam penyumbang perekonomian nasional.
Kejayaan Tegal di masa itu kini sedang dicita-citakan oleh Tri Sukamto dkk, melalui Koperasi Tegal Manufaktur Indonesia (TMI).
Mereka di bawah binaan dari Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dengan menaungi sebanyak 23 industri kecil menengah (IKM) di Kabupaten Tegal, terus memperlihatkan progres.
Seperti dua tahun terakhir pada 2021-2022, meskipun di masa pandemi Covid-19, Koperasi TMI mampu meningkatkan omzet sebanyak 100 persen.
Bahkan tahun ini tercatat ada sebanyak 15 perusahaan besar menjalin kerjasama untuk memesan produk, antara lain Astra dan PLN.
Ketua Koperasi TMI, Tri Sukamto mengatakan, ia tidak menyangka koperasi yang dikelolanya bersama anggota IKM yang lain berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir meskipun di masa pandemi Covid-19.
Tiap tahunnya ada sejumlah 3 sampai 5 perusahaan besar yang menjalin kerjasama.
Omzet dari koperasi sendiri, dari modal Rp 10 juta pada 2018, kini omset pada 2022 sudah mencapai Rp 3 miliar.
Keuntungan tersebut juga merata dialami oleh anggota IKM.
Dampak positif tersebut juga berpengaruh terhadap banyak tenaga kerja yang terserap, jumlahnya hingga 369 orang.
“Omzet tersebut bahkan melebihi target. Pada 2022 targetnya adalah Rp 1 miliar, tetapi tercapai Rp 3 miliar,” kata Tri saat ditemui tribunjateng di Kantor Koperasi TMI di kawasan Lingkungan Industri Kecil (LIK) Takaru di Jalan Raya Pantura Dampyak, Kabupaten Tegal, Senin (24/7/2023).
Tri mengatakan, peningkatan omzet merata dialami oleh semua anggota IKM, baik bidang komponen otomotif, komponen alat berat, komponen perkapalan, peralatan rumah tangga dan sebagainya.
Pada 2022, pihaknya juga mendapat kepercayaan untuk membuat mebel sekolah senilai Rp 2 miliar dari CSR Yayasan Pendidikan Astra.
“Waktu itu nilainya Rp 2 miliar. Kita buat targetnya tiga bulan pada September, Oktober, dan November 2022. Alhamdulillah kami selesaikan dan tidak ada kendala,” ujarnya.
Tri menjelaskan, Koperasi TMI sebelumnya adalah Kelompok Usaha Bersama (KUB) pada 2016-2017, statusnya menjadi koperasi setelah legalitas pada 2018.
Setelah berubah status, koperasinya menjadi binaan dari YDBA.
Banyak support dan pelatihan yang didapatkan, seperti proses, manajemen keuangan, manajemen operasioal, pemasaran, hingga dibuatkan plan 5 tahun mendatang.
Saat ini produk yang dijual beragam, mulai dari hydrant dan komponen alat pemadam kebakaran, aksesoris jaringan listrik dan box panel, komponen otomotif, komponen alat berat, komponen kompor, engsel dan kunci, alat kesehatan, furniture, hingga mesin teknologi tepat guna.
“Alhamdulillah kami terus mendapatkan support. Seperti belum lama ini kami dapat pelatihan untuk tenaga ahli, itu langsung kami salurkan ke teman-teman IKM yang lain agar mempunyai bibit-bibit tenaga ahli” ungkapnya.
Targetkan Ekspor
Tri mengatakan, masing-masing anggota IKM sebenarnya sudah memiliki pangsa pasarnya masing-masing, baik yang bersifat komponen ataupun barang jadi.
Meski begitu tender atau pekerjaan yang masuk akan tetap ditawarkan kepada semua anggota.
Terutama untuk membantu anggota yang usahanya masih berstatus UD.
“Koperasi tetap membantu teman-teman yang belum punya legalitas, sehingga kami bisa memantau atau mengatur mana IKM yang membutuhkan pekerjaan,” katanya.
Sementara itu, dalam mengembalikan kejayaan Tegal Jepangnya Indonesia, Koperasi TMI juga menargetkan produk-produknya bisa terjual hingga ke mancanegara.
Tri menargetkan, bisa ekspor pada 2024-2025.
Sementara untuk omzet tiap tahunnya ditargetkan meningkat, pada 2022 tercapai Rp 3 miliar, maka pada 2023 targetnya adalah Rp 6 miliar.
Tahun-tahun berikutnya pun meningkat, pada 2024 sebanyak Rp 9 miliar, pada 2025 sebanyak Rp 12 miliar, dan pada 2026 sebanyak Rp 17 miliar.
“Kami bercita-cita untuk bisa mengekspor produk-produk yang ada di Tegal, targetnya pada 2024- 2025," jelasnya.
Karyawan PT Bimuda Karya Teknik, Romzy Fauzan mengatakan, perusahaan tempat bekerjanya merupakan anggota dari Koperasi TMI.
Perusahaan memproduksi komponen otomotif baik untuk sepeda motor maupun mobil.
Sementara untuk jumlah pesanan tiap harinya mencapai ribuan komponen, dalam seminggu mencapai puluhan ribu.
"Pemesanan terus meningkat secara signifikan. Dalam seminggu kita melakukan pengiriman barang dua kali," ujarnya. (fba)
Sumber: https://jateng.tribunnews.com/2023/07/29/kembalikan-tegal-jepangnya-indonesia-koperasi-tmi-pasok-produk-ke-15-perusahaan-besar-omzet-3-m


















