Dalam usaha untuk meningkatkan kapasitas SDM pengurus dan pengelola koperasi nelayan, KemenKop UKM melalui Deputi Bidang Perkoperasian bersama KUD Mino Saroyo kembali mengadakan kegiatan magang. Program ini merupakan rangkaian dari kegiatan magang tahun 2022 dan telah diikuti oleh 7 koperasi piloting program Solusi Nelayan. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Dafam dan KUD Mino Saroyo, Kab. Cilacap pada tanggal 29 Agustus sampai 04 September 2023.
Kepala Bidang Pengembangan SDM Wisnu Gunadi menjelaskan bahwa program magang ini merupakan bagian dari Amanah RPJMN 2020-2024 yang salah satunya berbunyi pengembangan 500 koperasi modern. Koperasi ditargetkan mampu memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 5,5 % pada 2024. Sampai saat ini, sebanyak 400 koperasi modern sedang dikembangkan oleh KemenKop UKM.
“Saya mengajak kepada para pengurus dan pengelola koperasi agar dapat bertransformasi ke arah koperasi modern. Modern ini dilihat dari 3 pilar utama yaitu kelembagaan, usaha dan keuangan. Maka dari itu, kegiatan magang ini bertujuan untuk memperbaiki diantara ketiga pilar itu yang masih kurang” ujarnya dalam sambutan.
Salah satu unit bisnis yang ada pada koperasi nelayan adalah penyaluran BBM jenis solar kepada para nelayan melalui unit SPBUN yang dikelola. “Unit SPBUN merupakan salah satu bagian dari beberapa proses bisnis yang ada di koperasi. Dengan adanya magang Bersama KUD Mino Saroyo, koperasi nelayan dapat banyak belajar dan mengembangkan apa yang ada serta diterapkan kepada koperasi masing-masing”, tambah Wisnu.
Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi, Dinas Koperasi Kab. Cilacap Bambang Haryono dalam sambutannya menjelaskan beberapa kondisi koperasi yang ada di Cilacap.”Di Kabupaten Cilacap terdapat 430 koperasi dari berbagai sektor usaha. Ada koperasi pertanian, peternakan, perikanan, jasa, konsumen dan simpan pinjam.” ujarnya.
“Untuk KUD sendiri ada sebanyak 23 koperasi sedangkan perikanan ada 21 koperasi dengan total yang aktif ada 13 dan non aktif ada 8”, tambahnya dalam sambutan. Bambang juga menjelaskan prinsip dasar dan regulasi yang ada pada koperasi.
Turut hadir pada acara tersebut, Untung Jayanto Ketua Koperasi Mino Saroyo. Untung berharap pada program magang ini, antara Mino Saroyo dengan koperasi nelayang yang lain bisa saling berbagi pengetahuan serta bersinergi kedepannya. “Saat ini, untuk teknis koperasi modern dan sistem managementnya Mino Saroyo dapat berbagi kepada koperasi nelayan yang lain dan diterapkan pada masing-masing koperasi”, ujarnya.
Untung juga menyebutkan perannya sebagai ketua koperasi. “Kalau ada ide dan gagasan tentang pengembangan koperasi, biasanya saya langsung menyampaikan ke manager. Karena ketua disini bertugas sebagai pemilik ide dan gagasan serta dibantu oleh manajer untuk dapat membuatnya menjadi nyata”, tambahnya.
KUD Mino Saroyo saat ini menjadi koperasi percontohan tingkat nasional oleh Presiden RI, Joko Widodo pada 2022 lalu. Ini berkat telah terhubungnya 14 unit usaha koperasi melalui sistem digital yang dapat meningkatkan performa koperasi menjadi lebih baik lagi. Untung juga berpesan kepada para pengurus dan pengelola koperasi yang mengikuti magang ini agar tetap istiqomah dan Amanah dalam melakukan pengembangan koperasi.
Melalui program magang ini diharapkan para peserta magang mendapatkan transfer knowledge dan dapat mengembangkan inovasi baru dari suatu produk yang dihasilkan dari kegiatan usaha Koperasi pelaksanaan magang.
Program magang tahun ini dibagi kedalam 4 angkatan yang masing-masing angkatannya terdapat 10 koperasi. Masing-masing koperasi mengirimkan 3 perwakilannya untuk mengikuti program ini. Para peserta magang ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Gorontalo hingga Aceh.
Penulis : Rausyan Fikry (PMO Deputi Perkoperasian)


















