JAKARTA- Koperasi Mino Saroyo di Cilacap, Jawa Tengah berhasil menghubungkan 14 unit usaha secara digital. Koperasi ini sebelumnya ditetapkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) sebagai salah satu model koperasi modern.
Ketua Koperasi Perikanan Mino Saroyo Untung Jayanto dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (2/34) mengatakan, koperasi tersebut telah mengalami transformasi dari berbagai aspek, termasuk dalam usaha tempat pelelangan ikan (TPI), setelah menjadi salah satu contoh model koperasi modern.
“Semua unit usaha kami sudah online dengan digitalisasi. Lewat digitalisasi sangat menguntungkan, salah satunya kami dapat dengan cepat melakukan proses bongkar muat kapal di TPI hingga proses penjualannya,” tuturnya.
Untung menjelaskan, setelah kapal nelayan merapat di pelabuhan lelang, ikan hasil tangkapan akan segera dibongkar dari kapal. Setelah itu, ikan akan dikelompokkan berdasarkan jenisnya, ditimbang, dan selanjutnya dilelang secara langsung.
Dalam proses tersebut, sistem digitalisasi berjalan yakni pencatatan jenis ikan, volume, dan pembelian dengan mudah dan cepat. Perekaman data tersebut disebutnya berjalan seperti layaknya di supermarket yang turut mengeluarkan struk belanja.
“Proses bongkar juga berjalan cepat. Dulu sebelum pakai sistem digital, seluruh pencatatannya secara manual. Bayangkan lamanya mencatat itu semua. Nelayan pun sangat senang memakai aplikasi ini,” jelas Untung.
Digitalisasi diakuinya menjadikan proses lelang sangat efisien, sehingga membantu penanganan kualitas ikan lebih terjaga karena pengiriman ikan ke cold storage jadi lebih cepat. Dengan sistem aplikasi ini juga, seluruh transaksi anggota tercatat secara real time.
Misalnya setiap transaksi nelayan di TPI, langsung dapat dipotong 1% ke dalam simpanan nelayan di koperasi. Simpanan tersebut akan dicairkan setiap 15 hari sebelum hari raya.
Untung menuturkan, dalam membangun sistem digitalisasi, Koperasi Mino Saroyo mendapat pendampingan dari KemenKopUKM. Bahkan lewat aplikasi yang dimilikinya, KemenkopUKM dapat mengetahui profil koperasi Mino Saroyo, termasuk omzet koperasi.
“Kami juga sedang merencanakan membuat kartu anggota elektronik, sehingga mudah membaca aktivitas usaha anggota, mulai dari kebutuhan penggunaan BBM, produksi, dan sebagainya,” ucap dia.
Asal tahu saja, Program modernisasi koperasi merupakan agenda prioritas 2020-2024 Kementerian Koperasi dan UKM 2020-2024. Proses modernisasi terbagi menjadi empat tahap, yakni fase pemodelan, replikasi, fase masifikasi, dan pemantapan, serta pengembangan lanjutan.
Ada enam pendekatan sebagai indikator koperasi modern. Antara lain, terhubung dengan offtaker, manajemen bisnis (professional), akses pemasaran, akses pembiayaan, adopsi teknologi dan informasi, serta membangun ekosistem.
Proyek Percontohan
Sekadar mengingatkan, Koperasi Mino Saroyo menjadi proyek percontohan program Solar untuk Koperasi (Solusi) Nelayan yang diresmikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir bersama Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki pada 17 September 2022 silam.
Tidak hanya itu, KemenkopUKM juga membantu Mino Saroyo dalam pembenahan digitalisasinya, sehingga para nelayan sudah terdata, termasuk kebutuhan Solar maupun Pertalite, untuk masing-masing, melalui aplikasi MyPertamina.
Dengan adanya digitalisasi melalui aplikasi MyPertamina tersebut, nelayan di Cilacap mendapatkan kepastian dan kemudahan, dalam memperoleh BBM bersubsidi di stasiun pengisian bahan bakar umum nelayan (SPBUN) yang dikelola Koperasi Mino Saroyo.
Sebagai satu-satunya penyalur BBM untuk memenuhi kebutuhan nelayan di Cilacap, Koperasi Mino Saroyo saat ini memiliki lima unit Solar Pack Dealer Nelayan (SPDN) atau SPBUN, tiga unit di antaranya untuk BBM jenis Solar dan dua unit untuk Pertalite. Selain itu, Mino Saroyo juga memiliki satu unit Fixed Bunker Agent (FBA) untuk memenuhi kebutuhan BBM industri bagi kapal-kapal berukuran di atas 30 gross tonage (GT).
Kapal-kapal berukuran di atas 30 GT tidak memakai BBM bersubsidi, melainkan BBM industri. Untung Jayanto menyatakan, digitalisasi dalam penyaluran BBM bersubsidi yang dilakukan Pertamina melalui aplikasi MyPertamina sangat membantu nelayan.
Hal itu disebabkan nelayan mendapatkan kepastian dan kemudahan ketika membeli BBM bersubsidi, baik di SPBUN maupun stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Hingga saat ini, sudah lebih dari 1.000 nelayan di Kabupaten Cilacap yang terdaftar dalam aplikasi MyPertamina.
Sumber: https://validnews.id/ekonomi/koperasi-modern-mino-saroyo-hubungkan-14-unit-usaha-lewat-digitalisasi


















