Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki garis perairan sepanjang 81 ribu km. Hal ini menjadikan laut Indonesia memiliki potensi yang melimpah. Terdata, nelayan di Indonesia sendiri saat ini berjumlah 2,3 juta orang. Koperasi Nelayan, hadir untuk mengkonsolidasi para nelayan kecil yang memiliki keterbatasan untuk mendapatkan akses terhadap sarana pendukung kegiatan nelayan maupun pasar untuk menjual hasil tangkapan.
Adanya PP No. 11/2023 yang mengatur tentang Penangkapan Ikan Terukur dengan salah satu isinya mengamanatkan nelayan untuk berkoperasi. Koperasi nelayan berikut ini memiliki potensi yang besar dalam memanfaatkan berkah laut Indonesia yang melimpah. Mana sajakah koperasi tersebut, yuk kita simak:
KUD Mino Saroyo (Cilacap, Jawa Tengah)
Memiliki anggota sebanyak 8.441 orang. Usaha utamanya adalah pengelolaan unit SPBUN untuk nelayan dengan total 6 unit SPBUN yang berkapasitas 2000 kl solar/bulan. Produk tangkapan unggulannya yaitu Ikan Tuna, Ikan Layur, Cumi-cumi dan Udang. Koperasi juga memiliki aplikasi digital bernama “Mino Saroyo Mobile” untuk bisa mengintegrasikan semua unit usahanya.
Koperasi Santo Alvin Pratama (Ternate, Maluku Utara)
Memiliki anggota sebanyak 80 orang, koperasi bergerak pada bidang perdagangan ikan dan penyaluran BBM untuk nelayan. Produk utama dari koperasi ini adalah Ikan Tuna dan Ikan Cakalang. Selain itu produknya juga telah ekspor ke Singapore, Jepang, Vietnam, China untuk jenis ikan demersal & pelagis. Koperasi telah bersertifikat HACCP dan Dolphin Certificate. Kapasitas produksinya mencapai 1000 ton/tahun untuk ikan segar dan beku.
Koperasi Tuna Dufa-Dufa Macahaya (Ternate, Maluku Utara)
Memiliki anggota sebanyak 65 orang dengan produk unggulannya yaitu yellowfin tuna loin. Kapasitas produksi koperasi mencapai 2 ton/bln atau 24 ton/thn. Telah memiliki Sertifikat Kelayakan Pengolahan untuk Ikan Demersal, Ikan Pelagis Segar & Beku serta Ikan Tuna Segar. Koperasi juga memproduksi produk olahan ikan yaitu abon dan bakso tuna dengan merek koperasi.
Koperasi Mina Mitra Mandiri (OKU Timur, Sumatera Selatan)
Bergerak pada sektor produksi pakan ikan yang sudah bersertifikasi. Koperasi juga mengkonsolidasikan para pembudidaya dan pembenihan ikan patin. Jumlah anggotanya sebanyak 103 orang dengan memiliki kapasitas produksi sebesar 1.800 ton/thn untuk pakan ikan patin.
KPL Mina Sumitra (Indramayu, Jawa Barat)
Memiliki anggota sebanyak 282 orang, dengan bisnis utama yang dijalankan yaitu mengelola Tempat Pelelangan Ikan. Volume usaha yang dihasilkan mencapai 18 juta kg. Selain mengelola TPI, koperasi memiliki unit usaha lain yaitu mengelola waserda, SPBUN, unit simpan pinjam, penyediaan bahan dan alat perlengkapan untuk nelayan, jasa angkutan dan cold storage, .
Koperasi Mambo Mina Mekar Sejahtera (Bekasi, Jawa Barat)
Bergerak pada sektor budidaya perikanan, yaitu budidaya udang vaname, rumput laut dan ikan bandeng. Koperasi menerapkan sistem budidaya organik, yakni tanpa bahan kimia dalam proses produksi. Produktivitas untuk tambak udangnya mencapai 40 ton/ha dengan luas tambak yang dikelola 8.000 Ha. Koperasi juga memiliki pasar ekspor di Singapura
Itulah beberapa koperasi nelayan di Indonesia yang memiliki potensi besar dalam memanfaatkan kekayaan laut. Selamat Hari Nelayan Nasional!
Penulis: Fikry Hawali (PMO Deputi Bidang Perkoperasian)


















