Hari Kopi Nasional yang jatuh setiap tanggal 11 Maret selalu menjadi ajang atau momentum yang tepat untuk merayakan kenikmatan kopi. Bukan tanpa alasan, karena pada tanggal tersebut pertama kali diadakannya pameran kopi nusantara dan pembentukan kepengurusan DPP Dewan Kopi Indonesia tahun 2018. Lalu pada tahun berikutnya tepatnya tanggal 11 Maret 2019 mulai dirayakan sebagai Hari Kopi Nasional. Sampai saat ini, tahun 2023 sudah 5 tahun perayaan hari kopi.
Momen itu juga tepat untuk mengenalkan kopi produk koperasi di Indonesia. Banyak kopi-kopi produk koperasi ini yang dapat bersaing dengan merek-merek kopi ternama. Sebut saja merek Hofland Coffee milik Koperasi Gunung Luhur Berkah, mereka sudah memproduksi kopi sejak 2016. Koperasi yang berlokasi di Subang, Jawa Barat ini berfokus pada varian kopi jenis arabika dan robusta. Kapasitas produksi kopi mencapai 500 ton/tahun dengan kanal penjualan melalui sosial media dan website milik koperasi.
Pindah ke Aceh, koperasi yang memproduksi kopi disini bisa dibilang cukup banyak karena potensi yang dimiliki oleh daerah ini sebagai salah satu penghasil kopi nomor satu di Indonesia. Kopi Gayo khas daerah ini yang sudah mendunia, diproduksi oleh salah satu koperasi yang bernama Koperasi Baitul Qiradh Baburrayyan. Produksi kopinya telah mencapai kapasitas 171.750 ton/tahun. Varian kopi yang diproduksinya antara lain natural, fullwash, semi wash, gayo wine & honey arabica gayo.
Masih di Aceh, koperasi yang satu ini berfokus pada produk kopi organik. Koperasi Serba Usaha (KSU) Arinagata ini sudah mengekspor produknya ke Amerika, Kanada, Taiwan dan Selandia Baru. Selain itu koperasi juga telah memiliki merek produk bernama Arinagata Coffee dengan kanal penjualan melalui media sosial dan website milik koperasi. Total produksi yang telah dihasilkan mencapai 960.000 kg/tahun.
Tidak mau kalah, di Jambi ada koperasi produsen kopi bernama Arabika Tani yang memiliki produk unggulan pengharum kopi bermerek Kopi Kerinci Kayu Aro. Memiliki ciri khas kopi sangat kuat dan harum serta sering kali memenangkan kontes kopi di berbagai wilayah di Indonesia. Menjalin kemitraan dengan ALKO Sumatera Kopi dalam proses, pemasaran dan penjualan green bean.
Kembali ke tanah sunda, tepatnya di Kabupaten Garut terdapat koperasi bernama Klasik Beans. Dengan mengangkat isu pelestarian alam, koperasi menanam kopinya dengan sistem Agroforestry. Produksi mencapai 150 ton green bean/tahun dan 120 kg kopi dalam bentuk kemasan, koperasi memasarkannya melalui sosial media & marketplace seperti tokopedia. Untuk pasar ekspor sendiri sudah ke Perancis, Australia, Amerika dan Jerman.
Tidak jauh dari situ tepatnya di Kab. Bandung, terdapat koperasi produsen kopi bernama Koperasi Mitra Perhutanan Sosial Lodra Mandiri. Sama seperti Klasik Beans, mengangkat isu pelestarian lingkungan hutan dengan menanam kopi. Koperasi memiliki produk kopi dengan merek Loadra Coffee dengan kapasitas produksi sebesar 60 kg dalam bentuk kemasan dengan kanal penjualan melalui instagramnya.
Lalu yang terakhir, ada Koperasi Produsen Sari Buah Kopi yang berdomisili di Cikajang, Garut. Kapasitas produksi yang dihasilkan mencapai 5 ton/tahun untuk greenbean dan 48 kg/tahun untuk produk kemasan. Memiliki produk dengan merek Kencana96 Kopi yang dipasarkan melalui marketplace seperti tokopedia dan shopee.
Itulah beberapa koperasi produsen kopi yang secara kualitas produknya tidak kalah bersaing dengan merek yang terkenal. Yuk mari kita dukung produk-produk koperasi di Indonesia dengan membeli produknya!
Penulis: Fikry Hawali (PMO Deputi Bidang Perkoperasian)


















