Hari Wanita Sedunia diperingati setiap tanggal 8 Maret dan sehari setelahnya Hari Wanita Nasional, maka tak heran Maret adalah bulannya para wanita. Adanya Hari Wanita Sedunia merupakan sebuah momentum bagi kaum wanita untuk bisa berdaya secara sosial, politik maupun ekonomi. Agar dapat berdaya secara ekonomi, ada banyak cara yang dilakukan oleh kaum wanita, salah satunya dengan koperasi. Dengan bekerja sama melalui koperasi, para wanita dapat berbagi sumber daya, pengetahuan, keterampilan, serta memiliki daya tawar yang lebih besar di pasar.
Koperasi wanita dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan wanita, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Di mana wanita sering menghadapi hambatan signifikan dalam pemberdayaan ekonomi seperti akses kepada pembiayaan. Di dalam koperasi, mereka dapat dibantu untuk mengakses kredit, pasar, dan pelatihan, serta menyediakan jaringan pendukung yang memungkinkan mereka mengatasi hambatan sosial dan ekonomi agar kehidupan lebih sejahtera.
Ada beberapa contoh koperasi wanita yang bisa dianggap sukses dalam membangun bisnisnya. Koperasi Kopi Wanita Gayo atau biasa disingkat Kokowagayo, yang berlokasi di Bener Meriah, Provinsi Aceh ini bergerak pada sektor produksi kopi gayo. Daerah Aceh yang memang terkenal dengan potensi kopi gayonya ini berhasil dimanfaatkan oleh koperasi ini. Dengan anggota yang berjumlah 394 orang yang seluruhnya merupakan petani kopi wanita ini, berhasil memproduksi kopi sebanyak 345,600 kg/tahun dan diantaranya sudah diekspor ke Amerika, Kanada, Eropa, Korea, dan Australia.
Produk kopi yang dihasilkan oleh koperasi antara lain varietas Catimore, Boubon (Gayo 2), S.Lini, Tim Tim (Gayo 1) dan P88. Dengan kualitas processing Fully Washed dan Semi Washed serta tipe LongBerry, Peaberry, Wild Luwak dan Honey Process dalam Micro Lot dan sudah grade 1. Omset yang didapat dari bisnis koperasi ini mencapai Rp 18,6 miliar dengan aset yang dimiliki sebesar Rp 434,8 juta. Kokowagayo juga satu-satunya koperasi wanita di Asia Tenggara yang masuk dalam organisasi petani kopi wanita internasional yaitu Organic Product Trading Company (OPTCO).
Masih di pulau Sumatera, tepatnya Provinsi Sumatera Barat disana ada koperasi wanita yang bernama Ikaboga. Berpusat di kota Padang, Kopwan Ikaboga berfokus pada bisnis utamanya yaitu olahan rendang. Memang, ciri khas Padang ada pada kulinernya yang sangat lezat. Apalagi rendang termasuk ke dalam daftar 50 Hidangan Terlezat Dunia versi CNN International pada 2011. Maka tak heran, Kopwan Ikaboga benar-benar memanfaatkan kearifan lokal kulinernya dalam mengembangkan usahanya.
Produk Koperasi Wanita Ikaboga sendiri sudah memiliki merek yang bernama “Subana bana Randang”. Selain itu, produk bumbu rendang dan kalionya sudah ekspor ke Norwegia pada 29 Agustus 2022 dengan kapasitas 1 ton. Pada 21 Agustus 2021, Kopwan Ikaboga mendapatkan penghargaan dari Rekor Muri karena Memasak Rendang Secara Daring Peserta Terbanyak sebagai bentuk pendaftaran Rendang sebagai Warisan Budaya Indonesia ke UNESCO. Bersama Pemerintah Sumbar, Danlantamal II Padang, Yayasan Minang Diaspora Dunia, dan Perum Boga.
Terbaru, pada Februari 2023 kemarin Kopwan Ikaboga mengikuti Exhibition Umami Arena yang diadakan di Nova Spektrum, Lillestrom, Norwegia. Dalam melakukan produksi rendang, koperasi sudah memiliki Sentra Produksi sendiri dengan memanfaatkan teknologi produksi terkini. Anggota Ikaboga sendiri berjumlah 39 orang dengan 17 orang diantaranya memiliki produk dan usaha dibidang kuliner. Kapasitas produksi untuk rendang rata-rata setiap bulannya berkisar 50 kg rendang.
Tidak hanya di Sumatera, di Jawa pun ada contoh koperasi wanita yang bagus, salah satunya Koperasi Wanita (Kopwan) Srikandi. Berlokasi di Purworejo, Provinsi Jateng ini memiliki anggota sebanyak 184 orang yang merupakan petani kelapa. Produk unggulan dari koperasi ini adalah olahan kelapa seperti gula kristal dan minyak kelapa yang sudah berhasil ekspor ke Rusia, Belanda, Kanada dan beberapa negara lainnya. Koperasi juga memiliki produk yang sudah bermerek, yaitu nexstar coconut syrup.
Untuk meningkatkan kualitas produknya, Kopwan Srikandi telah memiliki sertifikat organik internasional dari control union Belanda, sertifikat EU Organic Farming dari Eropa, dan sertifikat USDA Organic dari Amerika. Hal ini bertujuan agar koperasi bisa mengekspor produknya ke luar negeri. Pada 2020 koperasi mendirikan PT Praja Agro Indoland demi memperluas lini bisnisnya dan juga meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Itulah beberapa contoh sukses koperasi wanita yang telah berhasil pada bidang usaha yang digelutinya. Koperasi tidak hanya membantu perempuan mencari nafkah, tetapi juga mempromosikan kesetaraan gender, pengembangan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan. Semoga ini bisa menjadi contoh untuk koperasi wanita yang lain untuk bisa melangkah dan terbang lebih tinggi lagi!
Penulis : Fikry Hawali (PMO Deputi Bidang Perkoperasian)


















