Koperasi Perikanan Santo Alvin Pratama, Mewujudkan Keselamatan Perekonomian Nelayan


By : Admin Date : 2 years ago

Mengelola bisnis utamanya yaitu Unit Pengolahan Ikan (UPI) dengan memproses sumber bahan baku ikan laut jenis pelagis dan demersal. Produk ikan yang diolah antara lain tuna, cakalang, layang, deho, karang serta ikan lainnya sesuai dengan permintaan pasar. Koperasi yang berlokasi di Ternate, Maluku Utara ini telah memiliki sertifikat HACCP untuk produksi tuna loin dan utuh dalam bentuk beku atau segar. Produk tuna ini telah berhasil menembus pasar beberapa negara Asia seperti Jepang dan Vietnam.

Anggota yang telah bergabung sampai saat ini berjumlah 80 orang yang berasal dari 13 Kelompok Usaha Bersama (KUB). Nilai simpanan pokok yang dimiliki sebesar Rp 48 juta dan simpanan wajib sebesar Rp 144 juta. Untuk dana cadangan yang dimiliki sebanyak Rp 136 juta dan modal eksternal sebanyak Rp 436 juta. Sedangkan aset yang dimiliki antara lain 2 unit UPI, kapal 3-5 GT 2 unit, kapal 10 GT 3 unit, diatas 10 GT sebanyak 2 unit, cold storage 100 ton & ABF (Air Blast Freezer) 5 ton masing-masing di Ternate dan Bacan. SHU yang dimiliki koperasi sebesar Rp 46 juta dengan omset sebesar Rp 547 juta.

Koperasi yang berdiri pada 2015 ini memiliki unit bisnis lainnya yakni mengelola SPBU Nelayan, Penjualan Es balok/curah dan jasa logistik pengiriman barang perishable lewat transportasi darat juga membina beberapa pengrajin makanan olahan berbahan baku ikan laut. Koperasi juga mencoba melebarkan bidang usaha dengan menggandeng atau bermitra dengan beberapa UKM yang bergerak dalam penjualan makanan olahan dengan bahan dasar ikan yang hingga saat ini masih berorientasi pada pasar domestik.

Jenis komoditas ikan tangkap yang diproduksi adalah Cakalang, Layang, Kembung, Tongkol, Kakap, Layur dan Tuna untuk ikan beku. Sedangkan untuk ikan segarnya adalah Tuna Loin. Untuk jenis ikan yang diekspor adalah Tuna Loin, Cakalang, Baby Tuna dan Layang dengan kapasitas produksi mencapai 50 ton/tahun. Sedangkan kapasitas produksi skala lokal mencapai 500 ton/tahun. Pada 2022, koperasi mencoba melakukan pengembangan bisnis ke arah budidaya udang vaname di Halmahera dan Tidore.



Share this article :

Tambah Komentar


Program Transformasi Digital


Daftar sekarang

Tentang Kami

Kolaborasi Kementerian Koperasi dan UKM dengan Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI). Terbuka kepada berbagai pihak yang ingin berkontribusi membangun knowledge hub bersama terkait inovasi perkoperasian di Indonesia.

Lebih lanjut

Didukung Oleh