Koperasi Produsen Nira Kamukten, Menguatkan Kualitas Gula Kelapa Banjarnegara


By : Admin Date : 2 years ago

Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu sentral gula kelapa terbesar di Indonesia. Usaha di sektor pertanian ini terdiri atas 29.766 unit rumah tangga petani dan dijalankan oleh 60.000 ribu tenaga kerja. Volume produksi di Kabupaten Banjarnegara keseluruhan mencapai 46.586,53 ton per hari.  

Sayangnya dengan potensi sebesar itu, terdapat berbagai permasalahan yang melingkupi kehidupan petani pengrajin gula. Misalnya kemiskinan, keterikatan pada sistem ijon (penjualan pertanian yang masih dalam keadaan hijau atau belum dipanen), lemahnya akses pasar, kualitas gula yang rendah sehingga tidak mempunyai daya saing yang kuat, lemahnya posisi tawar pengrajin gula dan lain-lain. 

Melihat ragam masalah di atas maka sejak tahun 2012, beberapa kelompok pengrajin gula tergabung dalam Forum Komunitas Pengrajin Gula (FKPG) yang tersebar di 3 kecamatan di Kabupaten Banjarnegara merintis pembuatan gula kelapa bersih dan sehat. Usaha ini sebagai bagian dari mendorong pangan yang sehat bagi konsumen. Di dalam proses pengerjaannya, usaha ini dijalankan secara organik di mana dalam proses produksi hingga perdagangan dijalankan dengan menjalankan prosedur penjaminan mutu di dalam kelompok yang telah disepakati bersama. Penjaminan mutu tersebut dilembagakan dalam ICS (Internal Control System) Nira Serayu. Pada tahun 2009, produk petani yang tergabung dalam ICS Nira Serayu didaftarkan ke lembaga sertifikasi organik Control Union Certification. Dengan sertifikasi tersebut, produk koperasi dapat menembus pasar Jepang, Eropa dan juga Amerika.


Dalam memperkuat usaha ini, maka dilakukan pengorganisasian petani dan produk untuk pengembangan ICS dengan mengorganisir nya dalam koperasi petani pengrajin gula kelapa Banjarnegara, Koperasi Nira Kamukten. Anggota koperasi hingga saat ini mencapai 405 orang.

Koperasi menjalankan usaha pemasaran gula kristal dengan pengelolaan pemasaran gula bersama di dalam koperasi, petani dapat memasarkan sendiri produknya. Sejauh ini, setiap bulannya koperasi memasarkan 20 ton gula kristal dari kapasitas 108 ton/bulan. Produk Gula Kristal dari 5 Desa di 3 Kecamatan ini dikumpulkan di gudang koperasi.

Sebagai bentuk pelayanan kepada anggotanya yang mayoritas adalah penderes kelapa dengan resiko yang sangat tinggi, koperasi menyediakan Jasa Asuransi Komunitas. Tidak jarang terjadi kecelakaan yang mengakibatkan cacat bahkan meninggal. Asuransi Komunitas dibentuk sebagai upaya untuk membantu biaya pengobatan petani penderes yang terluka akibat kecelakaan selama menjalankan pekerjaannya. Dengan mengumpulkan uang dari hasil menjual gula tiap harinya, koperasi mengelola dana sosial untuk santunan bagi penderes yang mengalami kecelakaan. Anggota asuransi saat ini tercatat sebanyak 117 orang petani. Dari tahun 2012 hingga saat ini ada 8 orang petani yang mendapatkan santunan kecelakaan, 2 meninggal dan 6 orang mendapat biaya perawatan.

Sejak tahun 2012, terbentuk organisasi penjaminan mutu produk gula kelapa dengan nama Nira Mas. Penjaminan mutu ini dilakukan di semua level, baik petani, kelompok tani, pedagang dan konsumen. Sistem penjaminan mutu ini dilakukan dengan sistem ICS (Internal Control System) atau penjaminan mutu internal. Hingga saat ini, 825 orang pengrajin gula yang tergabung dalam ICS. Koperasi juga melakukan pengembangan melalui Program Dapur Sehat dan Tungku Hemat Energi yang berisi inovasi inovasi desain tungku, yang lebih hemat dengan tampilan tungku dan tampilan dapur yang bersih dan rapi.



Share this article :

Tambah Komentar


Program Transformasi Digital


Daftar sekarang

Tentang Kami

Kolaborasi Kementerian Koperasi dan UKM dengan Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI). Terbuka kepada berbagai pihak yang ingin berkontribusi membangun knowledge hub bersama terkait inovasi perkoperasian di Indonesia.

Lebih lanjut

Didukung Oleh