Koperasi Produsen Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan


By : Admin Date : 2 years ago

Berawal pada masa kolonial Belanda yang pada saat itu mengembangkan sapi perah di Pangalengan, Jawa Barat. Lalu empat tahun setelah kemerdekaan, didirikanlah koperasi dengan nama GAPPSIP (Gabungan Petani Peternak Sapi Indonesia Pangalengan) di tahun 1949 dan pada tanggal 1 April 1969 berganti nama menjadi Koperasi Produsen Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan. Fokus bisnis utama koperasi ini adalah pada peternakan sapi perah dan produksi susu sapi. Tahun 2021 tercatat jumlah anggota koperasi mencapai 4.442 orang, populasi sapi sebanyak 13.697 ekor dan total produksi susu sebesar 26.850.109,41 kg.

Dalam melakukan kegiatan bisnisnya, koperasi memiliki bidang bisnis yang diantaranya ada PT BPR Bandung Kidul yang memberikan pelayanan simpan-pinjam untuk anggota dan umum. Lalu ada PT Susu KPBS Pangalengan yang mengolah susu menjadi produk turunannya seperti susu pasteurisasi, yoghurt, dan keju mozzarella dengan merek KPBS Pangalengan. Kemudian ada juga PT Rumah Sakit Umum KPBS yang memberikan pelayanan kesehatan untuk anggota dan keluarganya serta turut mendukung program pemerintah dalam peningkatan kesehatan masyarakat sekitar koperasi.


Unit usaha yang dijalankan oleh koperasi terdiri dari Unit Pelayanan dan Unit Bisnis Koperasi. Unit pelayanan koperasi ini ditujukan untuk kesejahteraan anggota sedangkan unit bisnis koperasi bergerak secara profesional dengan membentuk badan usaha baru menjadi PT dan koperasi berperan sebagai pemegang saham mayoritas. Unit Pelayanan ini terdiri dari beberapa bagian, diantaranya ada Pelayanan Produksi yang melayani penerimaan susu dari anggota sesuai dengan standar kualitas susu dan standar ketepatan jumlah penerimaan susu. Lalu ada Pelayanan Kesehatan Ternak yang melakukan pencegahan dan penanggulangan penyakit serta Program Reproduksi Ternak. Pelayanan Barang-Pakan yang melayani berbagai kebutuhan usaha ternak dan kebutuhan pokok anggota. Pelayanan Pakan yang menyediakan pakan ternak konsentrat dan hijauan berkualitas sesuai kebutuhan yang berkelanjutan. Pelayanan Kendaraan yang menyediakan sarana transportasi untuk mempermudah mobilitas angkutan pelayanan kebutuhan bagi anggota dan pemasaran produk. Terakhir ada Pelayanan Pembibitan Sapi Perah yang melayani kebutuhan bibit sapi untuk anggota.

Koperasi juga telah menerapkan teknologi digital dalam melakukan kegiatannya yang berorientasi kepada pelayanan. Sistem digital ini saling terintegrasi dengan aktivitas anggota dan koperasi mulai dari penerimaan susu, pelayanan kebutuhan usaha dan anggota peternak, pelayanan kesehatan hewan, keanggotaan, keuangan koperasi, monitoring pelayanan dan usaha anggota hingga informasi secara online. 

Hasil olahan susu yang diproduksi oleh koperasi antara lain susu pasteurisasi dengan varian rasa sweet plain, coklat, stroberi yang berukuran 500 ml dan 130 ml. Untuk produk yoghurt varian rasanya antara lain plain, stroberi, anggur, leci yang dikemas kedalam botol dengan ukuran 250 ml. Produk-produk ini telah bersertifikat Halal dan BPOM. Produk lainnya yang diproduksi adalah keju mozarella yang dikemas dalam ukuran 250 ml, telah bersertifikat Halal dan BPOM. Lalu ada olahan bolu susu dengan varian rasanya original, cokelat, stroberi yang berukuran 450 gr dan pie yoghurt dengan varian rasa leci, cokelat, stroberi yang berukuran 250 gr. Kapasitas yang dibutuhkan untuk olahan ini sebanyak 20 ton liter susu setiap harinya dengan kegiatan produksi sepanjang tahun.


Selain olahan susu, koperasi juga memproduksi Pakan Ternak Konsentrat Ruminansia untuk sapi perah dengan dua jenis, yaitu RC Premium dan RC Super. Kapasitas produksi pakan mencapai 40-50 ton/hari yang diproduksi setiap hari. Ada juga Silase Tebon Jagung dengan kapasitas produksi mencapai 6-8 ton/hari yang pembuatannya setiap 2 hari sekali.


Share this article :

Tambah Komentar


Program Transformasi Digital


Daftar sekarang

Tentang Kami

Kolaborasi Kementerian Koperasi dan UKM dengan Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI). Terbuka kepada berbagai pihak yang ingin berkontribusi membangun knowledge hub bersama terkait inovasi perkoperasian di Indonesia.

Lebih lanjut

Didukung Oleh