Koperasi Unit Desa Mino Saroyo, Digitalisasi Demi Peningkatan Skala Bisnis


By : Admin Date : 2 years ago

Koperasi Mino Saroyo di Cilacap merupakan koperasi yang berfokus pada kegiatan usaha perikanan dengan jumlah anggota mencapai 8.441 orang nelayan yang terbagi kedalam 8 kelompok. Unit usaha yang dimiliki oleh koperasi sebanyak 14 unit antara lain pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan yang tersebar di 8 lokasi, Simpan Pinjam yang memfasilitasi permodalan untuk nelayan dan bakul ikan. Lalu ada Unit Perdagangan yang meliputi perdagangan ikan, waserda, air bersih dan penjualan BBM dengan 7 unit SPDN (Solar Packed Dealer Nelayan) yang dimiliki oleh koperasi.

Unit usaha selanjutnya yang dimiliki adalah Unit Penangkapan Ikan dengan 2 unit kapal berkapasitas 30 GT yang dimiliki oleh koperasi. Unit Jasa yang meliputi penyediaan keranjang ikan, cold storage, kontraktor, penyewaan lapangan futsal, mobil tangki air, mobil cool box, ambulans dan payment point. Semua unit usaha ini telah terhubung dengan proses digitalisasi yang dibangun oleh koperasi. Salah satu proses digitalisasi yang dinilai sangat berhasil, yakni usaha Tempat Pelelangan Ikan (TPI).


Melalui digitalisasi, semua aktivitas usaha dapat terekam dengan akurat. Mulai dari ketika kapal tiba di pelabuhan sampai dengan proses pelelangan ikan. Pencatatan jenis ikan, volume, dan pembelian dapat dilakukan dengan mudah. Data dapat direkam dengan sangat cepat dan struk belanja langsung didapat oleh nelayan, buyer, dan TPI. Proses bongkar pun menjadi lebih efisien dan tidak memakan waktu.

Proses lelang yang biasanya berlangsung lama, menjadi lebih cepat sehingga hal itu dapat membantu penanganan kualitas ikan lebih terjaga. Dengan sistem aplikasi ini juga, seluruh transaksi anggota tercatat secara real time, misalnya setiap transaksi nelayan di TPI, langsung dapat dipotong 1 persen ke dalam simpanan nelayan di koperasi. Simpanan tersebut akan dicairkan setiap 15 hari sebelum hari raya.

Khusus untuk unit usaha SPDN, koperasi menggunakan sistem digital yang telah dibangun oleh PT Pertamina, yaitu My Pertamina. Namun, pendataan tersebut tetap terhubung dengan aplikasi yang dimiliki oleh Mino Saroyo.

Saat ini, koperasi sedang merencanakan untuk digitalisasi keanggotaannya dengan tujuan agar dapat tergabung dalam sebuah sistem database. Koperasi juga tengah merancang untuk membuat kartu anggota elektronik, sehingga dapat dengan mudah membaca semua aktivitas usaha anggota, mulai dari kebutuhan penggunaan BBM, produksi, dan sebagainya.

Pendataan ini ditargetkan dapat selesai dalam tahun ini dengan demikian, sistem digitalisasi Koperasi Mino Saroyo menjadi lengkap baik dari sisi usaha maupun keanggotaan. Maka tak heran Mino Saroyo menjadi percontohan untuk semua koperasi yang bergerak pada bidang perikanan di Indonesia.

Koperasi sendiri berhasil mencatatkan hasil tangkapan ikan sebanyak 11,8 juta kg pada 2022, meningkat dari tahun 2021 yang hanya mencapai 8 juta kg ikan. Mino Saroyo juga mencatatkan volume usaha sebesar Rp 263 miliar pada 2022, naik dari tahun 2021 yang besarnya hanya Rp 232 miliar.

Tahun ini, koperasi juga tengah bekerjasama dengan KemenkopUKM dalam melaksanakan kegiatan magang bagi para pengurus dan pengelola koperasi nelayan. Kegiatan ini berlangsung sejak Agustus hingga November 2023 yang dibagi kedalam 4 angkatan. Peserta yang mengikuti program ini sebanyak 10 koperasi yang juga ikut ke dalam program SOLUSI Nelayan. Diharapkan output dari kegiatan ini adalah agar koperasi nelayan dapat mengelola unit usaha penjualan BBM dengan baik.



Share this article :

Tambah Komentar


Program Transformasi Digital


Daftar sekarang

Tentang Kami

Kolaborasi Kementerian Koperasi dan UKM dengan Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI). Terbuka kepada berbagai pihak yang ingin berkontribusi membangun knowledge hub bersama terkait inovasi perkoperasian di Indonesia.

Lebih lanjut

Didukung Oleh