Pada awalnya, anggota Koperasi Sumber Makmur ialah warga Eks Transmigrasi PIR Sawit yang datang dari berbagai wilayah pulau Jawa ditambah sebagian warga asli penduduk setempat yaitu Desa Bukit Gajah, Kec. Ukui, Kab. Pelalawan, Riau.
Semua anggota saat itu mendapatkan kebun 2 Ha per KK dari perusahaan yang ditunjuk pemerintahan untuk mengelola. Demi untuk memudahkan dalam penjualan TBS, maka dibentuklah koperasi pada tanggal 17 Desember 1991 yang diberi nama Koperasi Sumber Makmur.
Anggota koperasi saat ini sebanyak 781 orang dengan aset sebesar 24 miliar dan omset sebesar 7 miliar. Manajemen koperasi dikelola oleh manajer di setiap usaha dan bidang oleh Kepala Unit yang bertanggung jawab atas kegiatan dan keuangannya. Seluruh kegiatan melaporkan kepada manajer setiap hari dengan usaha unitnya masing-masing.
Unit yang ada di koperasi antara lain Unit Simpan Pinjam (USP), Unit Saprodi, Unit Transportasi dan Unit Penjualan TBS. Keunggulan TBS yang dihasilkan koperasi telah memiliki sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). PT Asian Agri menjadi salah satu offtaker tetap yang membeli produk TBS dari koperasi
Kapasitas produksi yang dihasilkan oleh koperasi pada 2 lokasi berbeda mencapai 100 ton dan 250 ton per hari, total 350 ton per hari. Sehingga pada satu bulan bisa menghasilkan hingga 10.500 ton dan setahun 126.000 ton TBS. Rencana koperasi kedepannya yaitu Penyelesaian program peremajaan kelapa sawit (PSR) sebanyak 500 Ha, Pembuatan Pertashop, Pembangunan Pabrik kelapa sawit karena terpilih untuk produksi minyak makan merah oleh Kementerian Koperasi dan UKM.
Penulis : Fikryhaws


















