Kopwan Srikandi, Melanjutkan Perjuangan Kartini


By : Admin Date : 2 years ago

Koperasi Wanita (Kopwan) Srikandi berawal dari sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kartinem pada 2004, yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan dan anak. Sri Susilowati, ketua koperasi mengatakan bahwa dalam memilih nama Kartinem sendiri bukanlah tanpa alasan. Ada keinginan meneruskan perjuangan Kartini saat itu, namun karena sadar betapa beratnya perjuangan Kartini dia mengubahnya menjadi Kartinem agar lebih merakyat. Jadi memang inspirasi utama dari nama LSM tersebut adalah Kartini karena beliau adalah anak bupati yang mau mengikhlaskan diri untuk berbakti.

Kegiatan utama koperasi sendiri yaitu melaksanakan pemberdayaan masyarakat dibidang produksi olahan pohon kelapa dan turunannya yang meliputi minyak kelapa murni (ZICO), gula kelapa kristal organik, Coconut Nectar Syrup dan sabun. Saat ini rata-rata produksi koperasi per bulan dapat mencapai 225 ton gula semut, 5 ton VCO, 10 ton minyak goreng dan 12 ton Gula Kelapa Syrup. Pemasarannya pun menjangkau berbagai wilayah di Indonesia dan mancanegara seperti Australia, Srilanka, India, Rusia, Belanda, Amerika dan juga Kanada.

Selain berfokus dalam mensejahterakan anggota, koperasi juga berupaya untuk memberdayakan para petani kelapa yang tersebar di sejumlah kecamatan. Tidak hanya di Kabupaten Purworejo, melainkan juga Kabupaten Kebumen, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Wonosobo. Sekarang koperasi sudah memiliki 2.750 petani kelapa bersertifikasi Organik EU dan USDA-NOP yang membuat koperasi bisa menembus pasar ekspor.

Sri Susilowati pun menyadari, keberhasilan koperasi ini selain karena kegigihan para anggotanya, juga tak lepas dari dukungan perbankan, khususnya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. Menurutnya, berkat bantuan dari BNI ini koperasi dapat memiliki kantor dan pabrik pengolahan kelapa sendiri sehingga bisa lebih efisien dan percaya diri dalam produksi dan ekspansi bisnis. Bahkan ketika pandemi pun, koperasi juga diberikan pendampingan dan bimbingan sekaligus mendapatkan relaksasi kredit dari BNI.




Share this article :

Tambah Komentar


Program Transformasi Digital


Daftar sekarang

Tentang Kami

Kolaborasi Kementerian Koperasi dan UKM dengan Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI). Terbuka kepada berbagai pihak yang ingin berkontribusi membangun knowledge hub bersama terkait inovasi perkoperasian di Indonesia.

Lebih lanjut

Didukung Oleh