Bergerak pada unit bisnis utama yaitu mengelola Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang bermitra dengan Dinas Binuangeun di Kabupaten Lebak, Banten. Maksud dari pengelolaan TPI ini adalah untuk membantu meringankan modal bagi pedagang ikan yang melakukan pelelangan di tempat tersebut. Sehingga mereka bisa terbantu dalam segi ekonomi oleh kebijakan yang dibuat oleh koperasi. Saat ini jumlah anggota koperasi mencapai 563 orang.
Selain mengelola TPI, koperasi juga memiliki unit bisnis penunjang yaitu simpan-pinjam, penjualan ikan hasil budidaya & tangkap, hasil olahan perikanan yang bekerjasama dengan KUB (Kelompok Usaha Bersama), dan budidaya udang vaname & ikan nila. Total simpanan pokok yang dimiliki koperasi mencapai Rp 29 juta dan simpanan wajib mencapai Rp 147 juta pada 2021. Untuk omset yang dimiliki mencapai Rp 14 juta dan aset mencapai Rp 3 miliar pada 2021.
Koperasi menghasilkan beberapa produk unggulan, diantaranya Fillet Tuna/Loin Tuna dengan kapasitas produksi mencapai 4-5 ton/bulan. Cakalang beku dengan kapasitas 20 ton/bulan, Baby Tuna beku dengan kapasitas 5-10 ton/bulan. Koperasi juga memproduksi produk turunan dari ikan, yaitu Abon Tuna dengan kapasitas mencapai 200-1.000 pcs/bulan, Kerupuk Cumi mencapai 1.500 pcs/bulan, Dendeng Tuna mencapai 500 pcs/bulan, Nugget Tuna mencapai 500 pcs/bulan.
Tidak hanya berfokus pada hal internal, koperasi juga menjalin kemitraan bersama beberapa pihak luar. Sebut saja PT Aruna Jaya Nusantara yang bekerjasama dalam hal ekspor produk ikan laut yang disuplai oleh koperasi berupa ikan cakalang beku. Bersama PT Aruna Jaya Nusantara, koperasi telah berhasil mengekspor ikan ke China, Taiwan dan Amerika. Dengan jumlah ikan yang diekspor rata-rata sebanyak 2-5 ton. Selain ekspor, koperasi juga melakukan kerjasama dalam hal benih ikan untuk budidaya nila. Koperasi bermitra dengan PT Multidaya Teknologi Nusantara, pengembang aplikasi eFishery.


















