Menyederhanakan Kerumitan Koperasi


By : Admin Date : 4 years ago

Dalam buku “Simplify How Best Businesses in the World Succeed” karya Greg Lockwood dan Richard Koch, mereka menemukan bahwa semua kisah sukses perusahaan besar yang masih kokoh hingga zaman ini menggunakan strategi bisnis yang dinamakan penyederhanaan radikal.

Penyederhanaan radikal membuat hal rumit dalam bisnis menjadi memiliki manfaat ekonomis yang bermanfaat bagi kemajuan umat manusia.

Kemajuan bisa diukur secara sederhana, dimana setiap orang dapat menikmati produk dan layanan terbaik tanpa memandang status sosial.

Penurunan harga dan layanan secara gila-gilaan adalah kekuatan ekonomi yang paling positif bagi kemajuan peradaban.

Sebagaimana visi Thomas Edison, ”Kami akan membuat listrik menjadi begitu murah sehingga hanya orang kaya yang akan membakar lilin”. Tentu saja, sekarang harga listrik dan bensin bahkan jauh lebih murah jika dibandingkan segelas cangkir kopi kekinian.

Contoh lainnya adalah gawai yang dulu hanya dimiliki oleh orang-orang kaya di Indonesia pada tahun 1986, kini bisa diakses oleh masyarakat dilapisan kelas bawah sejak tahun 2004.

Intinya, penyederhanaan produk atau model bisnis selalu mendatangkan sebuah ciptaan yang dapat memasuki pasar massal dan akhirnya merubah perilaku masyarakat.

Belajar dari Koch seharusnya kita menyadari, bahwa koperasi terbaik bukan hanya koperasi yang raksasa, tetapi juga koperasi yang paling mampu menyederhanakan fitur-fitur di dalam bisnisnya.

Menurut Koch, ada dua acara untuk melakukan penyederhanaan baik dari sisi harga atau dengan proposisi produknya.

Jadi dapat dikatakan, koperasi yang buruk adalah koperasi yang tidak memiliki produk unggulan atau tidak mampu menekan harga. Akhirnya, koperasi yang semacam ini tidak akan pernah mampu bersaing dengan perusahaan yang memfokuskan diri dari salah satu aspek tersebut.

Kita mulai dari penyederhanaan harga, caranya dengan mengatur ulang strategi rantai pasok, dengan meningkatkan volume persedian yang berarti biaya yang jauh lebih murah.


Menurut Koch, ketika harga sebuah produk diturungkan menjadi 50 persen, permintaan seringkali malah meningkat hingga seratus kali lipat bahkan lebih.

Sedangkan dari sisi penyederhanaan prosisi, prioritasnya adalah meningkatkan kualitas produk dan jasa yang kita tawarkan menjadi lebih mudah berkali-kali lipat dan menonjol di pasar dengan “kesederhanaan”.

Misalnya, kenapa mesin pencarian Google masih diminati konsumen? Karena penggunaan fiturnya yang sederhana dan mudah. Begitupun dengan platform Gojek, permintaan yang sangat tinggi terhadap aplikasi tersebut kerena platform ini memberikan solusi atas kerumitan yang sebelumnya dihadapi early adopter.

Kesimpulannya, koperasi kita menghadapi dua jalan: pertama, jalan untuk membuat produk atau jasa yang lebih baik dan sederhana untuk pasar premium atau kedua, menyediakan segala sesuatu dengan harga yang lebih murah untuk pasar massal. Walaupun pada perjalannya, pasar premium akan selalu menjelma menjadi pasar massal.

Maka dari itu, jangan biarkan koperasi kita berfikir, jika dunia ini berjalan dengan rumit, kita perlu membuat solusi yang sulit.

Hindari upaya memberikan kecangihan yang tidak berguna, karena pasar, anggota dan konsumen hanya membutuhkan hal yang memudahkan hidup mereka.

Pertanyaan selanjutnya adalah, sudah seberapa mudah calon anggota kita mengakses fitur-fitur layanan di dalam koperasi dan apakah produk dan jasa yang ditawarkan sudah lebih murah dari para pesaing? Kalau kedua hal tersebut masih sangat ribet, sudah pasti koperasi kita akan kebanyakan ribut.

Oleh Wildanshah


Share this article :

Tambah Komentar


Program Transformasi Digital


Daftar sekarang

Tentang Kami

Kolaborasi Kementerian Koperasi dan UKM dengan Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI). Terbuka kepada berbagai pihak yang ingin berkontribusi membangun knowledge hub bersama terkait inovasi perkoperasian di Indonesia.

Lebih lanjut

Didukung Oleh