Secara jargon, koperasi adalah sarana yang tepat bagi ide, tenaga dan modal setiap individu untuk bersatu. Namun, seringkali kita gagap di level praktis, karena kesulitan untuk berhitung adil bagi kemampuan kontribusi setiap anggota koperasi yang berbeda-beda.
Kita selalu bingung, bagaimana cara berbagi benefit atau profit yang dihasilkan koperasi kita, apa perlu dibagi adil sesuai dedikasi atau dibagi rata biar terkesan adil? Apakah ide lebih mahal daripada modal, atau tenaga lebih murah daripada ide?
Dilema ini, masih sering dikeluhkan oleh beberapa anggota koperasi, yang merasa “digaji” sama seperti penonton, padahal mereka menilai diri sebagai pemain utama di tengah pertandingan.
Kegelisahan ini justru selalu dihindari dari diskusi penggiat koperasi. Aktor yang memicu wacana tersebut seringkali dituding serakah, tidak punya jiwa sosial dan terlalu perhitungan.
Padahal, masalah ini perlu dibuatkan skemanya, karena bisa jadi ini merupakan pondasi bagi upaya mereparasi kelembagaan koperasi yang memelihara “ketidakadilaan” dengan selubung “kebersamaan”.
Kenapa fenomena ini perlu dikritisi? Karena untuk menggaransi kepeloporan, inovasi dan semangat kewirausahaan tidak mati di dalam koperasi.
Koperasi sering dianggap urat nadi gotong royong, namun apakah di dalam koperasi peran investor, konsumen, vendor, dan pengelola koperasi sudah saling tolong-menolong? Sayangnya, ini hanya terlihat indah di ranah ide mulia.
Jadi, kita tidak usah terkejut, jika masih melihat sebagian besar koperasi di Indonesia, tidak memiliki strategi, taktik, skema, proses dan sistem yang adil bagi kepeloporan para pendiri maupun inovator koperasi.
Koperasi kita terlalu berfokus mengembangkan daya tahan kolektif ketimbang mengapresiasi daya juang masing-masing individu didalamnya. Koperasi kita terlalu gugup untuk mengakui bahwa peran individu
baik dalam bentuk modal, tenaga, dan ide dapat membuat kemajuan bersama bahkan tanpa kesepakatan bersama.
Memang ini terkesan menyimpang dan ekstrem, tapi suka tidak suka, apresiasi terhadap dedikasi masing-masing individu dapat secara efektif meningkatkan produktifitas pada semua aspek koperasi kita.
Oleh Wildanshah


















