Menggaet Calon dan Menjaga Anggota Koperasi


By : Admin Date : 4 years ago

Koperasi selalu membutuhkan anggota untuk berkembang. Anggota adalah sosok yang perlu dilayani agar mereka bersedia berkontribusi untuk kepentingan bersama.

Anggota yang proaktif sangat penting bagi maju tidaknya sebuah koperasi. Dengan demikian, koperasi butuh cara untuk meyakinkan para calon anggota bergabung.

Calon anggota perlu didekati dengan berbagai strategi komunikasi, pada istilah yang lebih umum adalah manajemen pemasaran.

Calon anggota memiliki berbagai kepentingan dan tingkatan kepercayaan terhadap koperasi, ada yang menilai koperasi itu buruk hingga koperasi itu baik.

Untuk yang menganggap koperasi itu buruk, kita perlu pendekatan memperbaiki reputasi koperasi di mata mereka. Sedangkan, bagi yang menilai bahwa koperasi itu baik, kita perlu tata kelola komunikasi yang membuat mereka semakin loyal pada koperasi.

Singkatnya, kita perlu cara untuk mendapatkan calon anggota atau mengembangkan anggota koperasi. Ini perlu kecerdikan dan kecerdasan sendiri, bagaimana cara mendapatkan perhatian mereka di hiruk-pikuk informasi di dunia usaha?

Di dalam dunia korporasi dikenal strategi Winning-Acquisition-Retention yang dapat diadopsi oleh para pengurus koperasi menjadi Winning-Colaboration-Retention.

Pertama adalah strategi Winning, dalam konteks ini adalah cara mempengaruhi calon anggota koperasi. Butuh berbagai upaya membuat orang yang tidak mau berkoperasi untuk berkoperasi. Kita perlu membaca apa keinginan calon anggota, mulai dari sisi produk maupun layanan yang ditawarkan.

Paling fundamental dalam tahapan ini adalah mengubah keinginan calon anggota menjadi kebutuhan calon anggota. Memang butuh waktu dan kejelian dalam memastikan semua itu terwujud.

Biasanya strategi Winning dapat dilakukan dengan cara mengedukasi calon anggota keunggulan fungsional dan finasial dari layanan kita yang dapat membantu mereka.

Langkah konkritnya, koperasi dapat memanfaatkan media sosial dan berbagai platform digital sebagai sarana interaksi dengan calon anggota.

Kedua adalah strategi Acuquisition, yakni memenangkan harapan calon anggota, dalam dunia koporasi akuisisi merupakan salah satu langkah untuk merebut pelanggan dari pesaing.

Namun di dalam koperasi, langkah terbaik adalah melakukan Collaboration, pada posisi ini tugas koperasi memperkuat hubungan dengan kompetitor alih-alih bersaing =berebut pelanggan/anggota.

Upaya kolaborasi memastikan calon anggota mendapatkan kemudahan dari berbagai sisi dan pengalaman baru. Di era ini, sangat sulit menyerang kompetitor terang-terangan, lebih baik koperasi bersikap menunjukan respek kepada para pesaing untuk menghasilkan dukungan positif dari calon anggota.

Kita perlu berfikir terbuka, karena bisa jadi kita dapat membuat eksperimen seru dengan menggabungkan kekuatan kita dengan kekuatan kompetitor kita menjadi satu layanan/produk unggul, atau langkah konkrit lainnya adalah dengan membuat co-brading yang mengejutkan pelanggan/calon anggota.

Ketiga adalah strategi Retention, ini adalah strategi untuk mempertahankan anggota koperasi. Kita perlu upaya untuk menjaga loyalitas anggota, mengubah mereka tidak hanya menjadi konsumen tapi juga sebagai promotor bagi kemajuan koperasi kita. Calon anggota yang memiliki kebanggaan untuk menjadi ambassador koperasi kita akan selalu mendukung kita tanpa minta imbalan.

Koperasi perlu mempunyai program untuk menjamin loyalitas anggota dengan menyelenggarakan berbagai aktivitas yang dapat meningkatkan kepedulian, reputasi, dan keterampilan anggota.

Langkah konkrit yang dapat di ambil dengan menyelenggarakan workshop, co-creation bersama anggota atau menciptakan ruang aktulisasi dan jejaring bagi anggota koperasi sebagai sebuah komunitas organik.

Oleh Wildanshah


Share this article :

Tambah Komentar


Program Transformasi Digital


Daftar sekarang

Tentang Kami

Kolaborasi Kementerian Koperasi dan UKM dengan Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI). Terbuka kepada berbagai pihak yang ingin berkontribusi membangun knowledge hub bersama terkait inovasi perkoperasian di Indonesia.

Lebih lanjut

Didukung Oleh